Inilah Vampir Hewan Yang Belum Pernah Anda Lihat Sebelumnya


Berkat keajaiban modern mikro fotografi kita bisa lebih dekat dengan 'vampir' dari kerajaan hewan pennghisap darah manusia.

Dari nyamuk yang membawa virus West Nile dan virus demam berdarah juga tubuh besar membengkak berisi darah kutu, serta para makhluk yang melihat manusia sebagai tong raksasa berisi darah segar dan manis sangat menggoda untuk diminum.


• Sebuah lalat Tsetse (Glossina fuscipes fuscipes) menggunakan

7 Kadal Paling Mengerikan di Dunia


Kadal adalah salah satu dari keluarga reptilian yang telah bertahan selama jutaan tahun, di masa itu pula mereka berjuang untuk bertahan dengan cara bertahan dari serangan predator lainnya atau berburu mangsanya, dari yang saya tau beberapa memiliki bisa atau racun dan beberapa lagi memiliki bentuk yang mengerikan, ini bertujuan untuk menakut-nakuti musuhnya agar segera pergi dan menjauh darinya. dan inilah 7 Kadal yang memiliki bentuk paling mengerikan didunia.

7. Phrynocephalus


Juga disebut Toadhead Agama, kadal kecil yang tinggal di gurun

Tips merawat tubuh dengan aneka macam "Mandi"


Selamat Pagi, , Agan yang ganteng, cantik (Maho ga masuk) 

Di kesempatan yang baik ini, saya mencoba menulis artikel baru dengan judul "Tips Merawat Tubuh Dengan Aneka Macam Mandi" tentunya bwt Kaskuser yang ganteng, cantik (Maho ga masuk) .

SO....Bagaimana tipsnya?
baiklah kita langsung saja ke pembahasannya.
Menurut penelitian, mandi ternyata tidak hanya baik untuk membersihkan tubuh dari kotoran dan menjauhkan stres, tapi juga berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan, membantu kulit terhindar dari berbagai penyakit seperti eksim, dan bahkan menyembuhkan masalah medis serius. Lalu, apa manfaat mandi dan berapa lama sebaiknya mandi?
Berikut informasi tentang mandi yang asyik dan menyehatkan.

Mengenal Budaya Minang ( Randai )


Salam dunsanak Minang , Awak ka nyio share randai Minang ko..
Untuak Sekedar Mengingat Budaya-Budaya Minang se 
Bia awak ingek jo budaya surang , bia dak hilang ditelan bumi 



Randai dalam sejarah Minangkabau Konon kabarnya ia sempat dimainkan oleh masyarakat Pariangan Padang Panjang ketika mesyarakat tersebut berhasil menangkap rusa yang keluar dari laut. Randai di Minangkabau suatu kesenian yang dimainkan oleh beberapa orang, berkelompok atau beregu, dimana dalam randai ini ada cerita yang dibawakan, seperti cerita Cindua Mato, Malin Deman, Anggun Nan Tongga, dan cerita rakyat lainnya.

Pemeran utama berjumlah

8 Keyakinan Membuat Anda Tahan Banting dalam Berbisnis

Berikut ini 8 keyakinan yang diperlukan saat terjun ke dunia bisnis agar Anda tahan banting, seperti dikutip dari Inc, Selasa (1/1/2013): ..


1. Kesuksesan hari ini dapat menghasilkan kegagalan di masa depan, itu bila Anda membiarkan kesuksesan ini membuat Anda puas diri. Jadi tetaplah jaga sikap semangat dan terus maju.

2. Anda dapat belajar lebih banyak dari kegagalan dibanding kesuksesan. Kegagalan mampu memperbarui kerendahan hati Anda, mempertajam objektivitas dan membuat orang semakin tangguh.

Pasukan Hantu dari Kalimantan yg di takuti belanda [Must See]


PADA zaman penjajahan di Kalimantan dahulu kala, serdadu Belanda bersenjatakan senapan dengan teknologi mutakhir pada masanya, sementara prajurit Dayak umumnya hanya mengandalkan sumpit. Akan tetapi, serdadu Belanda ternyata jauh lebih takut terkena anak sumpit ketimbang prajurit Dayak diterjang peluru.




ASAL MULA KATA INDONESIA


KRONOLOGIS PEMAKAIAN ISTILAH INDONESIA

Pada tahun1847 di Singapura, terbit sebuah majalah ilmiah tahunan yang bernama Journal of Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA) yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869). Pada tahun 1849, seorang ahli Etnologi berkebangsaan Inggris George Samuel Windsor Earl (1813-1865) bergabung dan menjadi redaksi majalah JIAEA.

Pada JIAEA volume IV tahun 1850, Earl menulis artikel “On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian, and Malay-Polynesian Nations” dalam artikel tersebut Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Melayu atau Kepulauan Hindia (sekarang Indonesia) untuk memiliki nama khas. Bila memakai nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain.

Ada dua pilihan yang diajukkan Earl, yaitu:
a. Indunesia
b. Malayunesia

Earl sendiri menyatakan memilih Malayunesia daripada Indunesia, karena ia beranggapan bahwa bahasa Melayu dipakai di seluruh Kepulauan ini.
Pada volume IV itu juga James Richardson Logan menulis artikel “The Ethnology of the Indian Archipelago”. Ia juga menyatakan perlunya nama khas bagi Kepulauan yang merupakan Tanah Air kita saat ini. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl dan mengganti huruf u dengan huruf o agar lebih baik ucapannya, sejak saat itu lahirlah istilah Indonesia.

Setelah menemukan istilah tersebut, Logan secara konsisten menggunakan nama Indonesia dalam tulisan-tulisan ilmiahnya dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan ilmuwan bidang Etnologi dan Geografi.

Pada tahun 1884, Adolf Bastian dari Universitas Berlin menerbitkan buku berjudul “Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel” sebanyak lima volume yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke Indonesia pada tahun 1864-1880. Buku Bastian inilah yang mempopulerkan istilah Indonesia di kalangan sarjana Belanda.

Orang Indonesia yang pertama kali menggunakan istilah Indonesia adalah Suwardi Suryaningrat, ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913. Di Belanda pula, ia mendirikan Biro Pers dengan nama Indonesische Pers-buraeu. Pada dasawarsa 1920-an, nama Indonesia diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional dan akhirnya nama Indonesia memiliki makna politis yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan.

Bagi Moh. Hatta dan tokoh-tokoh pergerakan nasional lainnya, nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik karena melambangkan dan menciptakan suatu tanah air di masa depan. Setelah nama Indonesia lama terbentuk, timbullah organisasi-organisasi pergerakan nasional yang menggunakan nama Indonesia. Dan pada akhirnya, nama Indonesia dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa, dan bahasa kita pada Kongres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928.

Adapun isi dari Sumpah Pemuda tersebut adalah
1. Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.
2. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
3. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.